Tiga Landasan perlawanan Terhadap Ketiga Musuh Utama.

a.     Landasan Perlawanan Imperialisme

Perjuangan sesusngguhnya dari Bangsa Papua adalah perjuangan melawan Imperialisme. Sejarah penjajahan Bangsa Papua erat kaitannya dengan kepentingan-kepentingan ekonomi negara-negara Imperialis terutama Imperialis Amerika  di Tanah Papua.

Imperialisme adalah tahap perkembangan tertinggi kapitalisme di dunia. Imperialisme adalah adalah tahap kapitalisme monopoli yang ditandai oleh 5 ciri penting yaitu 1) konsentrasi produksi dan _ystem_ telah berkembang sebuah tahapan tinggi sehingga menciptakan monopoli yang memegang peran penting dalam kehidupan ekonomi 2) perpaduan antara _ystem_ bank dengan _ystem_ _ystem_n dan penciptaan basis bagi apa yang dinamakan _ystem_ finans 3) eksport _ystem_ yang berbeda dengan ekport komoditi 4) pembentukan formasi kapitalisme monopoli internasional dan pembagian dunia di antara mereka  5) pembagian teritori di seluruh dunia di antara kekuatan kapitalis besar telah selesai.

Masuknya Freeport Mc Moran Gold & Copper pada tanggal 7 April 1967 di Papua dapat menjelaskan dengan pasti kepada kita bahwa perebutan wilayah Papua pada tahun 1950-an sampai dengan tahun 1960-an adalah merupakan perebutan terhadap sumber-sumber ekonomi yang ada di Tanah Papua.

Kehadiran Freeport dua tahun sebelum pelaksanaan Pepera 1969 adalah merupakan sebuah tindakan politik yang tidak bermoral dari Amerika Serikat dan Indonesia. Pertanyaan sekarang, mengapa Freeport bisa masuk ke Papua pada tahun 1967 sementara Pepera dilakukan pada tahun 1969? Mengapa AS berani teken Kontrak Karya dengan Indonesia tanpa melibatkan rakyat Papua? Kalau mau jujur dan adil seharusnya Kontrak Karya semacam itu harus melibatkan rakyat Papua dan minimal dilakukan setelah Pelaksanaan PEPERA.

Itulah sejumlah kejanggalan politik dalam “integrasi” Papua kedalam NKRI. Dengan demikian satu lagi Landasan Strategi dan Taktik Perjuangan Politik kita adalah Perlawanan Terhadap Imperialisme dalam segala bentuknya di Tanah Air Papua.

Maka rumusan perlawanan politik kita yang pertama adalah melakukan penyerangan terhadap sistem penjajahan oleh Imperialisme yang dibangun olehAmerika atas Papua adalah dengan landasan politik sebagai berikut:

Ø  Tutup Freeport Rio Tinto dari Tanah Papua !!!

Ø  Amerikan Serikat Bertanggungjawab atas Manipulasi sejarah Rakyat Papua Barat

Ø  Tutup semua Perusahaan milik Imperialis ; Freeport, Brithis Petroleum (BP), LNJ Tangguh dll dari Tanah Papua!

Ø  Menolak segala bentuk perampasan tanah bagi kepentingan Investasi kaum Imperialis!

B. Landasan Perlawanan Terhadap Kolonialisme NKRI

Pengertian kolonialisme adalah ” kebijakan dan praktek kekuatan dalam memperluas kontrol atas masyarakat lemah atau daerah”. kolonialsime selalu memiliki sifat yang arogan dan ekspansionis. Tujuan utama kolonialisme adalah menguras sumber kekayaan sedangkan kesejatraan dan pendidikan Rakyat daerah koloni, tidak di utamakan.

Kolonialisme indonesia di Papua Barat di mulai ketika adanya invasi militer ke Papua sejak TRIKORA 1961 dengan pembentukan Komando Mandala untuk melancarkan operasi “Mandala” yang di pimpin oleh Letjend. Soeharto. ini bertujuan untuk melakukan ekspansi (perluasan wilayah kekuasaan) negara Indonesia. Ini di lakukan berdasarkan klaim yang tidak logis dan sepihak dari Soekarno, bahwa jauh sebelum Indonnesia lahir, papua adalah bagian dari kerajaan majapahit dan beberapa klaim lainnnya untuk untuk laim-klaim itu bisa di lihat di sini: http://ssambom.blogspot.co.id/2016/09/historical-flashback-of-west-papua-2016_10.html .

Sejarah “integrasi” Papua Barat kedalam NKRI merupakan sebuah proses sejarah yang direkayasa oleh negara-negara Imperialis, yaitu Amerika, Belanda dan Indonesia. Masuknya pemerintahan kolonial Indonesia di Papua Barat sejak tanggal 1 mei 1963 dan dilanjutkan dengan Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) pada tanggal 14 juli 1969 tidak diatur sepenuhnya berdasarkan kaidah-kaidah Demokrasi yang berlaku secara universal. Walaupun telah diatur dalam New York Agreement, isi New York Agreement bisa di lihat disini : ( http://www.anginselatan.com/2012/08/isi-perjanjian-new-york-15-agustus-1962.html ) tentang “Hak Menentukan Nasib Sendiri” tetapi dalam pelaksanaanya ketentuan tersebut di langgar oleh Indonesia dengan membentuk Dewan Musyawarah  Pepera (DMP) yang tidak mengakui right to determination dan DMP di dukung sepenuhnya Amerika serikat dan para sekutunya, termasuk Belanda. Inilah yang melandasi semangat perjuangan Pembebasan Nasional Papua Barat saat ini. Sejarah juga mencatat Konggres Dewan Rakyat Papua (Nieuw Guineaa Raad) pada  tanggal 1 desember 1961 telah di hasilkan resolusi penting, yaitu pembentukan papua barat sebagai Negara Merdeka dengan bendera Bintang Kejora sebagai bendera negara, West Papua (papua barat) sebagai nama negara, Lagu kebangsaan “Hai Tanahku Papua” dan Burung Mambruk sebgai lambang Negara.

Dengan demikian, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) mempunyai tanggung jawab sejarah untuk meneruskan cita-cita perjuangan tersebut. Inilah yang diatur oleh organisasi kita dalam Landasan Perlawanan Terhadap Kolonialisme Indonesia, dengan Platform Dasar sebagai berikut:

  • Tuntutan Politik Kita, Segera Lakukan Review  atau Peninjauh Kembali Pelaksanaan “Penentuan Pendapat Rakyat / PEPERA” 1969, sebab pelaksanaan PEPERA 1969 Tidak Depokratis dan Tidak Mengunakan Ketentuan New York Agreement yang Mengatur tentang Acr of Free Choisce.
  • Tuntutan Politik Kita untuk Segera LakukanPenentuan Pendapat ( PEPERA) Ulang atau REFERENDUM yang sesuai dengan Mekanisme secara universal dengan dua opsi yaitu : Tetap bergabungan dengan Indonesia (NKRI) atau Berdiri Sendiri/Merdeka
  • Pelurusan Sejarah Papua Barat Secara Ilmiah Kepada Akademisi Indonesia, Aktivis Pro Demokrasi Indonesia  dan Kepada Rakyat Indonesia dan masyarakat Internasional.

Landasan tanpa bermaksud mengurangi makna persperktif ilmiah dari ilmu sosial lain, kajian historisIndonesia dan Papua keduanya merupakan bagian dari Hindia Belanda, tapi kedua bangsa ini sungguh tidak memiliki garis pararel maupun hubungan politik sepanjang sejarah manusia.

Maka rumusan perlawanan politik kita yang pertama adalah melakukan penyerangan terhadap sistem Kolonialisme yang dibangun oleh Indonesia atas Papua Barat adalah dengan landasan politik sebagai berikut:

Ø  Menolak Integrasi Papua lewat PEPERA 1969

Ø  Paket UU No 21 Tahun 2000 tentang Otonomi Khusus

Ø  Menolak Peraturan Pemerintah Tentang Pemekaran Wilayah di Papua

Ø  Menolak Transmigrasi

Ø  Menolak segala bentuk Paket Undang-Undang NKRI di Papua

Ø  Menolak segala bentuk peraturan atau kebijakan yang diterapkan kolonialis Indonesia di Papuanortham_black-self-determination

c.      Landasan Perlawanan Terhadap Militerisme Indonesia

Landasan perjuangan kita selanjutnya adalah perlawanan melawan Militerisme Indonesia. Pemberlakuan politik represi regime Kolonial Indonesia di Papua adalah dengan cara-cara penempatan militer dengan metode pemberlakuan Daerah Operasi Militer (DOM) sejak tahun 1978 – tanggal 5 Oktober 1998. Dari sejumlah operasi tumpas dan operasi initiligen di Papua, telah berdampak pada pelanggaran HAM secara sistematis yang dilakukan oleh NKRI.

Kolaborasi TNI (militer kaum penjajah) di Papua dengan sejumlah Multi National Coorporation (MNC) seperti Freeport, Conoco-Philips, Korindo Group, dan perusahaan asing lain telah membuka ruang bagi TNI untuk berbisnis dan menjaga basis-basis operasi perusahaan-perusahaan tersebut. Proses pengamanan modal asing telah menyebabkan TNI berlaku seenak perutnya untuk membantai rakyat Papua, mengusir rakyat Papua dari tanah-tanah adat mereka dan menjadikan rakyat Papua sebagai kaum tertindas yang dimarginalisasikan dari tempat hidupnya.

Gambaran secara singkat tentang Landasan Perlawanan terhadap Militerisme Indonesia diatas dapat menjadi acuan minimal dari gerakan kita untuk membangun struktur perlawanan yang rapi dan sistematis untuk menghajar kekuatan-kekuatan militeristik di Tanah Papua dan juga dapat menjadi sebuah senergis politik dengan kekuatan prodemokrasi Indonesia dalam makna perlawanan terhadap Militerisme di Indonesia. Hal ini akan membuka ruang bagi AMP untuk membangun solidaritas dengan gerakan prodemokrasi Indonesia dalam rangka pembangunan kampanye perjuangan politik Pembebasan Nasional Papua.

Maka rumusan perlawanan politik kita yang pertama adalah melakukan penyerangan terhadap sistemMiliterisme NKRI yang dibangun oleh Indonesia atas Papua adalah dengan landasan politik sebagai berikut:

Ø  Menolak Pengiriman Militer (TNI/Polri) di seluruh Papua

Ø  Tarik Pasukan Organik dan Non-Organik dari seluruh Papua

Ø  Bubarkan KODAM, KODIM, KOREM, BABINSA, Barisan Merah Putih (BMP) dll

d.     Mengapa AMP Harus Melawan dan Memilih Tiga Straktak Penting Diatas?

AMP berjuang dengan tiga isu pokok ini, karena ketiga hal diatas tidak terlepas dari kepetingan-kepentingan terselubung negara-negara Imperialis dan Indonesia sebagai kaki tangannya di Papua. Perlawanan yang kita lakukan, karena kita sendiri menyaksikan bagiamana kekejian dan kemurkaan dari rupa Imperialisme dan Kolonialisme Indonesia yang terus melakukan berbagai kejahatan kemanusiaan sebagai upaya pembasmian etnis/Genocide di Papua, melalui sistem pemerintahan/birokrasi, represifitas militer dan program sosial ekonomi terhadap masyarakat Papua.

  1. Penutup

Tulisan singkat ini dibuat sebagai acuan landasan perjuangan Aliansi Mahasiswa Papua dan untuk diketahui oleh setiap anggota dan kader AMP dan seluruh rakyat Papua yang mendukung perjuangan Pembebasan Nasional Papua.

Setiap aksi dan setiap tindakan gerakan Alinasi Mahasiswa Papua berpatokan pada landasan yang telah dirumuskan dalam strategi taktik perjuangan Aliansi Mahasiswa Papua.

Aliansi Mahasiswa Papua sebagai organisasi politik massa Mahasiswa Papua, tetap akan berjuangan demi sebuah Negara Papua yang Demokratis secara Politik, Adil secara Sosial, Sejahtera secara Ekonomi dan Partisipatif secara Budaya serta memperjuangkan penghapusan sistem penghisapan manusia atas manusia lainnya di Tanah Papua.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s